HAMBRA: BUMN BUTUH SUMBER DAYA KREATIF

 

Oleh Wartawan: Harun Hefli/M. Syahbana

 

Makassar, portmediaonline.com:

Baru baru ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) menggelar Sharing Session IV – 2018 “Digital Leadership in Millennial Era” di The Rinra Hotel Makassar, Kamis dan Jumat (22 & 23 November 2018).

 

Dalam gelaran yang menghadirkan Keynote Speech, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra, PT Pelindo IV (Persero) ditunjuk sebagai Host, dengan Co Host PT Semen Tonasa, PT IKI dan PT KIMA.

 

Acara tersebut dihadiri sekitar 105 direksi dari 130 BUMN yang terdaftar dalam Forum Human Capital Indonesia, dengan sekitar 207 peserta dari 130 BUMN. Selain itu, hadir pula sejumlah petinggi dari Perguruan Tinggi yang akan bekerjasama dengan Kementerian BUMN, melalui Program Magang Bersertifikasi.

 

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra mengatakan saat ini BUMN membutuhkan sumber daya yang kreatif, dengan kemampuan Digital Leadership.

 

“Karakteristiknya adalah, mampu mengembangkan Human Capital dan proses bisnis, mengembangkan keterampilan digital yang disetujui organisasi dan menginspirasi tim tentang manfaat transformasi digital dengan bukti konsep yang nyata,” katanya di Makassar.

 

Selain itu juga lanjutnya, dapat memulai program dan proyek berdasarkan kebutuhan customer, mengintegrasikan proses digital dan teknologi, serta melayani dan membentuk strategi bisnis.

 

Hambra menyebutkan, standar kompetensi yang baru tidak terlepas dari era digital. “Ke depan, hanya satu standar yakni global standar. Pilihannya hanya satu, inovatif dan kreatif atau digilas oleh zaman,” katanya.

 

Pihaknya menargetkan, tahun ini minimal harus ada 8.000 karyawan magang bersertifikat. Tercatat, baru 4.850 karyawan magang yang mendaftar atau baru sekitar 50%.

 

Menurut Dia (Hambra), Kementerian BUMN juga tengah menyosialisasikan Rekruitmen Bersama. Dimana, sebelum lulus mahasiswa sudah mengajukan lamaran dan bekerja di perusahaan melalui program magang.

 

“Kesempatan itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Itulah manfaat dari BUMN Hadir untuk Negeri,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Forum Human Capital Indonesia, Herdy Harman menuturkan bahwa salah satu program kerja yang dilakukan pihaknya adalah membantu Program Magang Bersertifikat, membantu mahasiswa untuk siap kerja.

 

“Harus sustain dan terus dijaga. Kita harus maju bersama, kalau ada yang kurang kita bantu, menempatkan talent yang besar dari BUMN,” ungkapnya.

 

Dia mengatakan, semua mahasiswa berkesempatan sebagai kandidat untuk menjadi karyawan BUMN. “Kita tidak mencari bintang pelajar, tetapi mencari bintang kehidupan.”

 

Sementara itu, Direktur SDM PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), M. Asyhari mengatakan pihaknya sangat mendukung program “Digital Leadership in Millennial Era” ini. Sebagai bagian dari BUMN, PT Pelindo IV akan secepatnya menyesuaikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

 

“Tidak hanya menyesuaikan SDM, kami juga secepatnya akan menyesuaikan dengan sistem-sistem yang ada di Pelindo IV,” katanya.

 

MOU DENGAN 102 PT

Selain melakukan Sharing Session, FHCI juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah Perguruan Tinggi (PT), untuk kerja sama Magang Bersertifikasi.

Hambra mengatakan dalam Sharing Session IV – 2018 yang digelar selama dua hari di Makassar (22 – 23 November 2018), FHCI juga melakukan penandatanganan MoU dengan 30 Perguruan Tinggi di Indoenesia Timur.

 

“Diantaranya dengan Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, STIA LAN Makassar dan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA),” katanya.

 

Dia menyebut, dengan ditandatanganinya 30 MoU tersebut, total kini sudah 102 Perguruan Tinggi yang menandatangani MoU dengan Kementerian BUMN untuk kerja sama Program Magang Bersertifikasi.**

 

Editor: Deli Lubis/Tarzie Vique

 

 

Porque hoy quiero que tú también pruebes el libro Venciendo la Impotencia para ver la diferencia. El principio activo en las tabletas solubles se llama Sildenafil, esta calidad rara vez se menciona para no alentar al paciente a tomar Kamagra con alcohol. Si el hombre a menudo está enfermo y su sistema inmunológico es debilitado, ya que la así llamada musculatura plana se relaja. La recepción de Lovegra conduce al hecho de que la sensibilidad del pene aumenta. Se conoce popularmente como ‘la pastilla del fin de semana’ porque sus efectos duran hasta 36 horas, según expertos comprar Tadalafil en España y los génericos suyos son absolutamente iguales en todos aspectos cualitativos y cuantitativos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *