Dampak Lingkungan Proyek Dermaga 7 Merak Dianalisis, PT PP Libatkan Sucofindo

Oleh Wartawan : Badiamin Sinaga & Deli Lubis

 

TRIBUNPOS.COM, MERAK — Proyek pembangunan dermaga 7 Merak Banten, yang rencananya akan menelan biasa 200 Milyar, belum lama ini mulai diuji dampak lingkungannya.

PT ASDP (Persero) dan PT Perumahan Pembangunan (PP) selaku pelaksana proyek meminta Sucofindo untuk menganalisis dampak lingkungan tersebut.

Dari hasil pantauan di lapangan, tampak Tim Sucofindo mendatangi sekitar 20 KK di lingkungan RW 01 Tamansari, Pulomerak untuk dilakukan survey dan diambil datanya.

Lurah Tamansari, Edi Sugara menyambut baik adanya kegiatan ini. Dikatakan Edi, bukan sekedar melakukan pendataan saja, namun jika dermaga 7 Merak ini sudah beroperasi, diharapkan pihak ASDP Merak, hendaklah warga sekitar dilibatkan sebagai tenaga kerjanya.

“Hal ini patut dicontoh asal warga sekitar lingkungan dermaga 7 diajak, dilibatkan bekerja di dalamnya,” ungkapnya.

Sambutan baik itu juga datang dari tokoh masyarakat Pulomerak, Mustaqim salahsatunya. Ia beranggapan, selagi proyek dermaga 7 Merak itu tidak merugikan lingkungan setempat, apa salahnya didukung.

“Saya melihat selama proyek ini berjalan, kontribusi buat sekitar lingkungan cukup peduli,” kata pria yang akrab disapa Kang Mus selaku Ketua Perguron Bandrong Cilegon.

Riyadi ketua rt setempat mengatakan, bahwa apa yang dilakukan pihak PP ini sudah sangat positif. Pihak Sucofindo selaku pihak ketiga dalam melakukan analisis lingkungan tidak intervensi.

“Saran saya hendaknya kegiatan ini harus berkelanjutan. Karena rentang waktunya lebih lama dampaknya, baik yg positif maupun yg negatif. Bahkan kalau bisa bukan hanya dampak dari pembangunan dermaga itu aja, tapi dampak dari adanya pelabuhan penyeberangan selat sunda terhadap ekonomi dan sosial ke masarakatnya juga diperhatikan,” katanya. (Tribunpos)

 

Editor : Sandi Pusaka Herman (Tribunpos) dan Syahbana (portmedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *