Customs Zero Waste : Aksi Bebas Sampah Plastik

Indonesia darurat limbah plastik dan merupakan masalah serius yang mengancam keselamatan bumi. Mirisnya lagi, Indonesia dinobatkan sebagai runner-up negara penyumbang limbah pastik terbanyak di dunia setelah China. Kondisi ini merupakan dampak dari penggunaan plastik yang tidak terkendali serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam meminimalkan penggunaan plastik. Berbagai upaya telah dilakukan dalam memerangi sampah plastik, salah satu aksi nyata Bea Cukai Banyuwangi adalah melalui kegiatan Customs Zero Waste.

Zero Waste sendiri merupakan kampanye meminimalisir penggunaan sampah bahkan tidak menggunakan / nol sampah. Customs Zero Waste dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi Bea Cukai ke-73. Kegiatan ini dilakukan di 2 tempat, yakni Kawah Ijen dan Pantai Kedunen Banyuwangi.

Kawah Ijen, ikon pariwisata Banyuwangi yang terkenal dengan fenomena blue firenya dikunjungi hingga 3000 wisatawan per hari. Namun, tak sedikit dari pengunjung tersebut meninggalkan sampah di kawasan wisata. Hal ini membuat salah satu unsur Sapta Pesona Pariwisata yakni “bersih” tidak terpenuhi. Untuk itu, Selasa (24/09) Bea Cukai Banyuwangi melakukan aksi Customs Zero Waste dengan membersihkan sampah khususnya sampah plastik di kawasan wisata Kawah Ijen.

Dibagi menjadi 2 sektor, wilayah pembersihan berada di seputar parkiran Paltuding dan di sepanjang jalan naik/turun puncak Kawah Ijen. Sambil mendaki, sambil memungut sampah. Hasilnya, puluhan trashbag berisi sampah berhasil dikumpulkan. Terakhir, dilakukan serah terima trashbag yang berisi sampah kepada petugas kebersihan setempat untuk diolah lebih lanjut.

Pantai Kedunen, terletak di Desa Bomo – Desa yang layak disebut Desa Bahari karena sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan. Pantai ini tidak banyak dikunjungi wisatawan, namun sampah tercecer di sepanjang bibir pantai. Pemandangan indah Selat Bali dan gunung Sembulungan menjadi terganggu oleh tumpukan sampah tersebut. Kembali melakukan aksi nyata, Bea Cukai Banyuwangi pada hari Kamis pagi (26/09) melakukan pembersihan di sepanjang bibir pantai Kedunen Banyuwangi.

Kali ini tidak sendiri, Bea Cukai Banyuwangi menggandeng Nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kuda Laut untuk melakukan kegiatan Customs Zero Waste. “Terima kasih kepada pihak Bea Cukai yang telah menyempatkan waktunya untuk membersihkan pantai Kedunen. Kami nelayan Desa Bomo sangat berterimakasih, harapan kami semoga kegiatan ini tetap dilakukan secara berkesinambungan.” Ujar Miseno, Ketua KUB Kuda Laut.

Jika yang disebutkan di atas merupakan tindakan represif, di bawah ini merupakan tindakan preventif. Dalam rangka menerapkan #ZeroWasteLifestyle, masing-masing pegawai Bea Cukai Banyuwangi membawa tumbler yang berisi air minum. Hal ini juga untuk mendukung program Eco-Office dan #dietplastik yang digalakkan akhir-akhir ini. Dengan kita menggunakan tumbler,  kita bisa mengisinya kembali dan menggunakannya berulang-ulang tanpa harus menimbulkan sampah botol plastik baru.

“Harapannya, langkah kecil kita dapat membawa dampak yang besar. Karena langkah yang besar selalu diawali dengan langkah yang kecil, yakni dimulai dari diri kita sendiri. Mari ciptakan lingkungan yang bersih, eco-office, eco-green. Cintai bumi, kurangi limbah plastik!” – R. Evy Suhartantyo

 

#CustomsZeroWaste

#BeaCukaiBanyuwangi

#BeaCukaiMakinBaik

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *