Banyak Bisnis Lesu, Penerimaan Bea dan Cukai Baru 76%

Jakarta, Portmediaonline.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, penerimaan negara dari bea dan cukai mencapai Rp 158,7 triliun atau tercapai 76% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp 208,8 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan di beberapa pos-pos penerimaan seperti bea masuk dan bea keluar, pertumbuhannya mengalami penurunan. Hal itu merupakan dampak dari volume perdagangan dunia yang juga melambat.

“Memang yang mengalami penurunan itu bea dan bea keluar. Terutama bea keluar, karena ada kondisi yang¬†trade war itu yah [Perang Dagang Amerika Serikat dan China],” ujar Heru saat ditemui di Kompleks Senayan, Senin (4/11/2019)

Heru menyampaikan bahwa per 31 Oktober 2019, penerimaan bea masuk tercatat Rp 30,3 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu, di mana penerimaan bea masuk di dalam APBN 2019 tercatat Rp 38,8 triliun.

Adapun untuk bea keluar, pemerintah baru berhasil memperoleh Rp 2,89 triliun, sementara target yang ada dalam APBN 2019 mencapai Rp 4,4 triliun. Angka penerimaan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana penerimaan negara dari bea masuk mencapai Rp 5,69 triliun.

Dari penerimaan cukai, Heru mengatakan, telah mencapai Rp 125,5 triliun sampai dengan 31 Oktober 2019. Sementara target yang tercantum dalam APBN 2019 tercatat sebesar Rp 165,6 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam kesempatan yang sama, juga sempat memaparkan, lemahnya kinerja perdagangan internasional tercermin di dalam perlambatan kinerja bea masuk dan keluar di beberapa sektor lapangan usaha utama.

Untuk bea keluar, terhitung per September 2019, penerimaan dari sektor pertambangan terkoreksi 48,18 persen.

Adapun untuk bea masuk, tercatat dari sektor perdagangan terkoreksi 8,4 persen, industri pengolahan 7,3 persen dan konstruksi 3,2 persen.

“Kinerja cukai pun berpengaruh, banyak lapangan usaha yang mengalami kontraksi, industri pengolahan pun tumbuh negatif,” ujar Sri Mulyani dihadapan para anggota DPR Komisi XI, Senin (4/11/2019).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *