“Kemesraan” Antara Operator dan Regulator Menciptakan Kenyamanan Untuk Stakeholder

 

Oleh Wartawan: M. Syahbana

 

Bandar Lampung, portmediaonline.com:

Pelabuhan sebagai Trade Facilitator, itu jelas ada di Pelabuhan II Cabang Panjang, Bandar Lampung. Sejumlah fasilitas dibangun oleh Drajat dan kawan-kawan (IPC/Pelabuhan II), baik itu berupa crane container, ataupun portal untuk Bongkar Muat barang.

Seiring dengan Kegiatan B/M yang setiap tahun terus meningkat di Pelabuhan II Cabang Panjang. Dia tinggal meminta ke IPC Pusat beberapa fasilitas, dan Pusat tinggal menyetujui usulan ini.

Adalah lagu ciptaan Iwan Fals yang berjudul “Kemesraan” yang dinyayikan oleh Betharia Sonatha, Rafika Duri dan kawan-kawan di tahun 1997, dan sangat popular pada waktu itu. Serta, sampai sekarang pun sangat dikenal oleh masyarakat.

Setidak-tidaknya itu yang terjadi di IPC (Pelabuhan II) Cabang Panjang, dimana lagu berjudul “Kemesraan” ini, bisa kita lihat didunia nyata di populerkan kembali antara General Manager (GM) Drajat Sulistyo sebagai Operator dan KSOP Andy sebagai Regulator, dalam mengelola bersama-sama Pelabuhan II Cabang Panjang.

Memang, kita lihat hubungan antara Manajemen Pelabuhan II Cabang Panjang dengan KSOP-nya sangatlah mesra. Hingga, dapat dikatakan pula hubungan ini tak dapat membatasi hubungan dengan pihak terkait lainnya. Seperti dengan stakeholder/ pelayaran dan lain-lain

Mungkin ini pulalah penyebabnya kegiatan untuk Bongkar Muat (B/M) barang umum (cargo) setiap tahunnya ada peningkatan. Hal yang sama juga terjadi untuk B/M petikemas.

IPC (PT Pelabuhan Indonesia II) Cabang Panjang, kata Drajat yang kemudian diamani pula oleh Andy, sampai dengan saat ini terus melakukan benah diri dan bersiap menjadi pelabuhan bertaraf internasional.

Dikatakan lebih jauh, bahwa Pelabuhan II Cabang Panjang terus melakukan benah diri untuk menjadi pelabuhan internasional.

“Dan upaya ini disambut baik oleh para stakeholder, terutama di bidang shipping line,” jelasnya.

 

Sambutan baik dari pelaku usaha di bidang shipping kine ini salah satunya terlihat dari kondisi saat ini dimana kapal yang datang di Pelabuhan II Cabang Panjang sudah di atas 10.000 ton dari yang sebelumnya hanya kapal-kapal berkapasitas 1.000 – 6.000 ton.

Inovasi lainnya, kedepan, Pelabuhan II Cabang Panjang juga akan membuat ekosistem logistik yang terpusat melalui adanya Logistic Center Sumbagsel di Lematang.

Kemudian, IPC Panjang juga akan membuka koneksi langsung dari Pelabuhan Panjang ke Jalan Tol Trans Sumatera untuk mendukung kecepatan laju kendaraan dan kelancaran distribusi.

Pelabuhan Panjang juga menjadi pelabuhan yang dipilih sebagai pilot project pelabuhan seluruh Indonesia dalam hal digitalisasi.

DIGITALISASI

Terkait digitalisasi ini, salah satunya adalah dengan dikembangkannya sistem yang dapat diakses melalui Android atau IOS pada semester pertama tahun 2019.

Dengan sistem ini, pelaku industri ataupun stakeholder dapat mengetahui aktivitas di pelabuhan seperti jumlah kapal yang tengah sandar atau yang tengah melakukan bongkar muat.

Digitalisasi ini, tak hanya berfungsi untuk monitoring pelabuhan tapi juga menjadi gap analytic, analisa performance pelabuhan serta forecasting untuk industri di wilayah sekitar pelabuhan. 

GM Pelabuhan II Cabang Panjang, Drajat Sulistyo & KSOP Panjang, Andy

PELABUHAN TERBESAR KEDUA

PT Pelindo Panjang II (IPC) menjadi pelabuhan terbesar kedua di Nusantara setelah pelabuhan Tanjung Priok.

Hal tersebut disampaikan oleh General Manager (GM) PT Pelindo Panjang II (IPC) saat menyampaikan sambutannya dihadapan ribuan mahasiswa Unila di GSG kampus setempat, Rabu (21/8/2019).

“Jadi, harapannya pada 2020 mendatang Pelabuhan Panjang bisa menjadi world class performance. Saat ini Pelindo Panjang sudah terminal peti kemas dan fasilitasnya juga terbaik. Makanya engine ekonomi bisa berkembang dan maju di bumi ruwai jurai,” katanya.

Pelindo II Cabang Panjang, kata Drajat, sekarang ini sudah bertaraf internasional dan sekitar  4.000 kontainer sekali bisa diangkut.

Negara yang sudah masuk ke daftar Pelindo II Cabang Panjang, Lampung yakni negaraTurki, Amerika dan beberapa di Eropa.

“Seperti kita ketahui, Pelindo II Cabang Panjang ini keunggulannya komoditas berupa batu bara dan juga terminal curah sawit. Karena ltu sudah saat Pelindo II Cabang Panjang sudah harus lebih maju dari tahun berdirinya 1928, yang saat itu masih bernama Teloek Betoen” kata Drajat, yang diamini oleh Andy, selaku KSOP Pelabuhan II Cabang Panjang.**

 

Editor: Harun Hefli/ Foto: Deli Lubis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *