Nilai Barang Yang Melanggar Kepabeanan Sejumlah 3,2 miliyar

Oleh Wartawan: Arief K. Suratman & Deli Lubis

Medan, portmediaonline.com:

Kakanwil DJBC Sumut , Oza Olivia, memimpin langsung pemusnahan jenis barang yang melanggar  ketentuan kepabeanan, di halaman kantor bea cukai Type Madya Pabean Belawan (15/7)

Pantauan PORT MEDIA mengatakan, bahwa Oza melalui siaran persnya,  dalam rangka menjalankan salah satu fungsi Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai, yaitu perlindungan masarakat, dari masuknya barang import ilegal dan peredaran barang ke besa cukai illegal

Kantor Wilayah DJBC Sumut dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Type Madya Belawan melaksanakan pemusnahan atas barang milik negara, Atau, BMN,  hasil hasil penindakan kepabeanan dan cukai, yang bersinergi dengan Kodam 1/BB dan Ditkrimsus Polda Sumut

Barang yang akan dimusnahkan merupakan BMN , dari tahun 2019 SD. 2020. BMN tersebut sudah mendapat persetujuan dari Direktorat Jendral kekayaan negara, antara lain, olahan makanan, kosmetik, bahan makanan, kain gorden , racun serangga dll, bilang barang, Rp, 170.330.000._

“Rokok tanpa dilekati pita cukai , Rp. 2.866.480.000, Mmea illegal, Rp. 68.737.800, Pakaian bekas Rp.74.000.000, Kelapa bulat, Rp. 61.434.060._Jadi total nilai barang Rp.3.240.981.860. Sedangkan potensi kerugian negara  Rp. 2.287.514.300,” kata Oza Olivia_

Dijelaskan oleh Oza, bahwa pada umumnya pelanggaran ini lazim dilakukan pengusaha yang mengunakan Jalur pelabuhan laut Belawan

“Dan mereka melakukan juga melalui jalan darat di Lintas Sumatera, dan kedepan perlu diantisipasi,” katanya.

PEMUSNAHAN

Dalam proses pemusnahan, seluruh nya dengan cara dibakar , dihalaman kantor, serta disaksikan orang banyak, diantaranya  petugas  terkait,

“Diharapkan kepada masarakat yang pernah melanggar ketentuan ini, dan kedepan bisa memahami, Karena banyak dana yang terbuang .

Dalam suasana Covid 19 yang terjadi di Indonesia , rangkaian acara pemusnahan ini , tetap memacu sistem protokol kesehatan

Di provinsi Sumut, kata Oza, kedepannya masih banyak terdapat kemungkinan menyelundup. Dan kita siap selalu menghadapi.

Editor: Hefli Harun & M.Syahbana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *