PERTAMINA FOUNDATION SEDIAKAN PETI JENAZAH UNTUK KORBAN COVID-19 YANG MENINGGAL

Oleh Wartawan: Deli Lubis & M. Syahbana

Jakarta, portmediaonline.com:

Pandemi Covid-19 yang mewabah sejak bulan Maret lalu telah menyulitkan hidup warga dalam berbagai bidang, salah satunya adalah sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Sejak kasus pasien positif Covid-19 melonjak, banyak rumah sakit yang kewalahan menanganinya, mulai dari keterbatasan petugas medis, kekurangan alat pelindung diri (APD), ruang isolasi, ventilator yang sudah penuh terpakai, bahkan sampai kekurangan peti jenazah untuk pasien yang meninggal.

Kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat setiap harinya. Seiring bertambahnya jumlah kasus, maka angka kematian akibat Covid-19 pun ikut bertambah semakin tajam. Oleh karena itu, ketersediaan peti jenazah menjadi salah satu masalah serius bagi rumah sakit yang menangani kasus ini.

Permasalahan keterbatasan peti jenazah kini menjadi salah satu fokus Pertamina Foundation dalam memberikan bantuan terkait Covid-19. Maka, melalui program PFBangkit, Pertamina Foundation menghibahkan peti jenazah kepada tiga rumah sakit di Jakarta, yakni 3 buah untuk RS Islam Pondok Kopi, 3 buah untuk RSUD Cempaka Putih, dan 4 buah peti jenazah untuk RSUD Kemayoran. Sesuai dengan prosedur di masa pandemi, pemulasaran jenazah Covid-19 di tiga rumah sakit tersebut mengikuti protokol World Health Organization (WHO) dan Standard Operating Procedure (SOP) dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Kita sangat prihatin, peningkatan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 4 ribuan lebih per-harinya. Rumah sakit dan pemerintah pun menjadi kewalahan untuk menangani jumlah pasien yang semakin membludak setiap harinya. Selain itu, angka kematian pasien Covid-19 semakin meningkat sehingga menyebabkan stok peti jenazah semakin menipis di rumah sakit. Untuk menambah persedian peti jenazah di rumah sakit, Pertamina Foundation melalui program PFBangkit turut memberikan bantuan peti jenazah ke beberapa RS di Jakarta,” ujar A.M. Unggul Putranto-Direktur Operasional Pertamina Foundation.

Sebelumnya, program PFBangkit sudah beberapa kali memberikan bantuan selama pandemi Covid-19 bagi masyarakat marginal, yayasan, panti asuhan dan rumah sakit. Pertamina Foundation secara mandiri maupun berkolaborasi dengan mitra kerja sama, sudah menyalurkan berbagai jenis bantuan sebanyak 8066 masker, 625 alat pelindung diri (APD), 160 liter hand sanitizer, 985 paket sembako kepada panti-panti asuhan, tenaga kesehatan, para pedagang, dan masyarakat kurang mampu lainnya yang terdampak Covid-19. Tidak hanya itu, Pertamina Foundation juga menyediakan satu unit wastafel keliling untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses cuci tangan dan menyediakan dua unit wisma serta 744 box makan siang gratis bagi para tenaga kesehatan. Dalam penyediaan beragam bantuan tersebut, Pertamina Foundation sudah mengeluarkan dana bantuan sebesar Rp 487.690.074.

Program PFBangkit merupakan wujud kepedulian Pertamina dan Pertamina Foundation terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah, baik bencana alam ataupun bencana seperti pandemi Covid-19 ini. PFBangkit berusaha memberikan stimulan supaya masyarakat secepatnya pulih dari musibah dan kembali berdaya, terutama untuk pemulihan ekonomi dan keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga terdampak.
“Kami akan terus berupaya membantu masyarakat yang mengalami musibah untuk dapat bangkit dan kembali produktif, seperti masyarakat yang terdampak Covid-19. Tentunya kami juga berharap angka kasus positif Covid-19 dan kematian akibat pandemi ini bisa terus menurun sampai betul-betul ditemukan vaksin atau obatnya dan tidak lagi menjadi ancaman nasional,” tutup Unggul.**

Editor: Hefli Harun & Vike

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *